Oleh: Alphin | Mei 8, 2011

Petunjuk Sang Teladan Dalam Menjaga Lisan

Media Dakwah At Tashfiyyah

Bidang Dakwah Al Hanif

التصفية

…karena umat tidak akan pernah jaya tanpa tashfiyah dan tarbiyah

Lisan Seorang Mukmin

Dari Abu Zaid Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ المُؤْمِنِ مَثْلُ النَّخْلَةِ لاَتَأْكُلُ إِلاَّطَيِّبًا وَلاَ تَضَعُ إِلاَّطَيِّبًا

“Perumpamaan  seorang mukmin adalah seperti lebah. Tidak akan memakan melainkan yang baik, dan tidak akan menghasilkan sesuatu kecuali yang baik.” [Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Asakir dan yang lainnya. Hadits ini diambil dari kitab ash-Shahihah no.355]

Dari Ibnu Umar Radhiallau ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الُؤْمِنِ مِثَلُ النًّخْلَةِ مَا أخَذْتَ مِنْهَا مِنْ شَيْءٍ نَفَعَكَ

“Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti lebah. Sesungguhnya yang kamu ambil darinya, itu memberi manfaat kepadamu.”[HR. Ath-Thabrani, dan hadits ini diambil dari kitab ash-Shahihah no. 2285]

Begitulah mulut seorang mukmin. Dia tidak akan berkata kecuali yang baik. Perkataannya adalah suatu kejujuran, di samping sebagai perbaikan di antara manusia, amar ma’ruf, nahi munkar, do’a, dan ketundukan kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Dan tidaklah kamu mendengar ucapan seorang mukmin, melainkan pendengaran itu bermanfaat bagimu. Maka, hendaknya kita memiliki mulut seorang mukmin ini, dan juga kesucian dan kebersihan hatinya.


Perintah Rasulullah untuk Berlindung dari Kejahatan Lisan

Dari Syakal bin Humaid Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah menghadap kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku katakan, ‘Wahai Rasulullah! Ajarilah aku bacaaan ta’awwudz (do’a perlindungan) yang akan kujadikan perlindungan diri’. Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang telapak tanganku dan berkata,

قُلْ اللّهُمَّ إِنِيِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِيْ وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِّيِي

“Bacalah, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari kejahatan pendengarku, penglihatanku, lisanku, hatiku dan kejahaatan maniku’.” [HR. Abu Daud, at-Tirmidzi dan Nasa’i; hadits ini terdapat dalam kitab Shahih Sunan at-Tirmidzi no. 2775]

Lalu, kenapa kita tidak berlindung dan memohon kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala, agar Dia menjaga kita terhadap kejahatan lisan kita? Ataukah, kita telah merasa aman terhadap tipu daya lisan tersebut? Padahal, kita melihat lisan itu melakukan ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), caci maki, mengumpat, merusak, dan berbuat jahat. Karena itu, marilah kita berwasilah kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala agar melindungi kita dari kesalahan-kesalahan lisan kita. Marilah kita juga berdo’a dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, agar kita tidak binasa dalam neraka Jahim dan kerugian.

Orang Yang Tidak Menjaga Lisannya adalah Orang Yang Yaling Jauh dan Dibenci oleh rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Hari Kiamat Nanti

إِنَّ مِنْ أَحَبَّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَا سِنُكُمْ أَخْلاَقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأْبَعْدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ الثَّرْثَارُوْنَ وَالمُتَثَدِّقُوْنَ وَالمُتَفَيْهُقُونَ قَالُوْا : قَدْ عَلِمْنَا الثَرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ فَمَا المُتَفَيْهِقُونَ؟ قَالَ : المُتَكَبِّرُونَ

Sesungguhnya orang yang paling kusukai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya dariku pada hari kiamat, adalah orang-orang yang paling baik budi pekertinya. Sesungguhnya di antara kalian yang paling kubenci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat, adalah kaum tsartsarun {Orang yang banyak bicara karena dipaksakan/dibuat-buat}, mutasyaddiqun {Orang yang berbicara orang lain secara berlebihan dengan terlalu memfasih-fasihkan dan mengagungkan ucapannya}, dan mutafaihiqun {Kata al-Mutafaihiqun berasal dari kata al-fahqu, artinya: al-Imtila (penuh terisi). Di sini maksudnya adalah: orang yang selalu memenuhi mulutnya dengan ucapan dan berbicara secara panjang lebar karena sombong, congkak dan ingin memperlihatkan keutamaan atas orang lain}.” Para sahabat berkata, “Kami mengetahui kaum tsartsarun dan mutasyaddiqun, tapi siapakah kaum mutafaihiqun itu?” Nabi menjawab, “Orang-orang yang sombong.”[ Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya, dan hadits diambil dari kitab ash-Shahihah, no. 791]

Hai orang yang paling dibenci Rasulullah Subhanallahu wa Ta’ala! Orang yang paling jauh posisinya dari beliau pada hari kiamat! Lihatlah dari kalian, adakah kalian melakukan sesuatu selain keinginan hawa nafsu? Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman,

أَرَضِيْتُمْ بِالحَيَوةِ الدُّنْيَا مِنَ الأَخِرِةِ ، فَمَا مَتَاعُ الحَيَواةِ الذَّنْيَا فِى الْأَخِرَةِ إِلاَّ قَلِيْلٌ

“Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup didunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” [at-Taubah : 38]

Janganlah kamu mengira bahwa cinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu cukup dengan klaim semata. Sesungguhnya cinta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tergapai dengan mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Wajib bagimu untuk menjaga lisan, lalu takutlah kepada Allah Shubhanallahu wa Ta’ala atas kejelekannya. Dan, inilah cinta yang hakiki. Dan, selain itu hanyalah kebohongan dan rekaan belaka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: