Oleh: Alphin | Mei 9, 2011

Insan Teladan dalam Menjaga Lisan

Media Dakwah At Tashfiyyah

Bidang Dakwah Al Hanif

التصفية

…karena umat tidak akan pernah jaya tanpa tashfiyah dan tarbiyah

Bagaimana Lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Disini, saya tidak ingin memperinci jawaban, mengingat sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berisikan kasih sayang terhadap semua makhluk, itu turun sesuai lisan atau bahasannya. Akan tetapi, saya akan membatasi pembahasan pada ucapan Anas Radhiallahu‘anhu,

مَامَسَسْتُ دِيْبَاجًا وَلاَحَرِيْرًا أَلْيَنُ مِنْ كَفِّ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلّم وَلاَشَمَمْتُ رَائِحَةً قَطُّ أَطْيَبُ مِنْ رَائِحَةِ رَسُلوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلّم وَلَقَدْ خَدِمْتُ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلّم عَشْرَ سِنِيْنَ فَمَا قَالَ لِيْ قَطُّ أُفِّ وَلاَ قَالَ لِشَيءٍ فَعَلْتُهُ : لِمَ فَعَلْتَهُ ؟ وَلاَ لِشَيءٍ لَمْ أَفْعَلْهُ : أَلاَ فَعَلْتَ كَذَا

“Tidaklah aku menyentuh sutera yang lebih halus daripada telapak tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga tidak pernah mencium bau yang lebih wangi daripada bau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh, aku telah melayani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sepuluh tahun. Beliau sama sekali tidak pernah berkata kepadaku ‘hus’, juga tidak pernah menanyakan sesuatu yang telah kulakukan, ‘Kenapa kamu melakukannya?’ dan juga tidak pernah mengucapkan kepada apa yang tidak kulakukan, ‘Tidakkah kamu melakukan hal ini’. [Muttafaq ‘alaih]

Betapa indah ucapan tersebut, yaitu ucapan seorang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak pernah berkata melainkan sesuatu yang baik. Saudaraku sesama muslim, coba lihat mulutt kita ini beserta semua kesalahan yang diperbuatnya. Beberapa kali kita mengucapkan kata’hus’ yang telah dijauhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh, kita tidak bisa hidup tanpanya; sebuah kalimat yang diucapkan tanpa dosa. Kemudian perkataan, “Tidaklah kamu melakukan hal ini?”itu adalah kalimat yang sangat ringan di mulut, yang sudah biasa diucapkan banyak orang dan tidak pernah ditinggalkannya.

Oleh karena itu, lihatlah keadaan kita ini agar kita bisa memperbaikinya, dan perhatikanlah mulut  kita ini. Maka, wajib bagi mulut kita ini untuk mematuhi tata krama (adab). Saudaraku, ketahuilah bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah figur yang banyak diam dan sedikit tertawa. [HR. Imam Ahmad di dalam Musnadnya dan yang lainnya. Lihat kitab al-Misykat no. 5826]

Alangkah baiknya jikalau kita mempelajari tata krama (adab) ini, dan yang merupakan sebaik-baik tata krama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah figur yang banyak diam. Setiap kita pasti akan tertarik dan terobsesi apabila mendengar  perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau tidak akan berkata, melainkan sesuatu yang baik. Di samping itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga figur yang banyak diam. Tidaklah sepatutnya kita juga diam dan memperbanyak diam?!

dari Buku Manajemen Lisan, Syaikh Husain Al Awayisyah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: