Oleh: Alphin | Mei 9, 2011

Kemudahan dari Ar Rozzaq: Jalan Menuju Kemuliaan Akhlaq (2)

Media Dakwah At Tashfiyah

Bidang Dakwah Al Hanif

التصفية

…karena umat tidak akan pernah jaya tanpa tashfiyah dan tarbiyah

Anugerah Ar Rozzaq

Pembahasan Hubungan Erat Antara Taqwa dan Akhlaq

Dari Redaksi:

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah manusia mulia, berperangai/memiliki karakter santun dan telah berhasil mengajak dan mendidik umat dengan kemuliaan akhlak beliau. Beliau menyempurnakan akhlak mulia dengan kemuliaan akhlak. Sebagai kelanjutan risalah lalu kami suguhkan risalah ringkas namun padat yang disadur dari buku Dari Madinah ke Radio Rodja: Belajar Akhlak Dari Syaikh Abdurrozzaq dengan harapan meluruskan (mentashfiyah) hal-hal yang berkaitan dengan akhlak terutama hal berikut berikut ini:

1.      adanya anggapan bahwa permasalahan akhlak adalah perkara yang mengatur hubungan antar manusia saja dan tidak berhubungan sama sekali dengan permasalahan hubungan antara makhluk dan Al Khalik. Pemahaman seperti ini berakibat kepada:

2.      adanya anggapan sebagian orang bahwa tidak ada keterkaitan antara akhlak, aqidah, taqwa dan keimanan sehingga berakibat menganggap remeh masalah akhlak. Tidak sedikit orang yang memiliki semangat mengkaji akidah dan manhaj shahihah bahkan salafiyyun yang giat dan bersemangat berkecimpung dalam Lembaga Dakwah Salafiyyah yang  barokah ini namun terkena syubhat ini sehingga berakibat:

3.      berdalil dengan tabiat/karakter/kepribadiannya untuk mempraktekkan akhlak tidak terpuji dalam bermuamalah dengan manusia. Hal ini tentu saja kekeliruan yang sangat fatal. Bagaimana jadinya seseorang yang senantiasa lisannya mencaci, tidak bersikap lemah lembut, menyakiti hati, menjatuhkan kehormatan saudaranya, kemudian ketika dinasehati dia mengatakan “Ini sudah karakter saya” !!!  Demikian pula orang lain yang melihatnya tidak semestinya mengurungkan diri untuk memberikan nasehat dengan berdalih, “Yah, mau diapain lagi emang itu sudah watak dan karakternya” (???) Tentu saja ini kekeliruan yang tidak boleh dianggap remeh. Imam Muhammad Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam kitab Makarimul Akhlak bahwa khuluq atau akhlaq adalah gambaran bathin yang telah ditetapkan pada seseorang. Gambaran bathin tersebut ada yang baik dan ada yang buruk. Namun wajib bagi setiap muslim untuk berperilaku dengan akhlak mulia. Ini adalah jawaban ilmiah bagi siapa saja yang berdalil dengan tabiat…

Sedikit kami sadur dari Nashihah Lisy Syabab, dalam Majalah As Sunnah edisi 09 thn XIV, hal. 32 yang merupakan makalah Ustadz Abdullah Zaen M.A berjudul Berdakwah dengan Akhlak Mulia sebagai tambahan risalah Ustadz Firanda, Lc: “Sebagian pihak ‘mengolok-olok’ beberapa da’i Ahlussunnah Wal Jama’ah yang tidak jemu-jemunya menekankan pentingnya akhlak mulia, dengan mengatakan bahwa mereka telah tasyabbuh dengan salah satu kelompok ahlul bid’ah yang terkenal berkonsentrasi dalam membenahi akhlak umat, namun mengabaikan pembenahan akidah. Barangkali pihak yang gemar mengolok-olok itu lupa bahwa dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah bukanlah dakwah yang hanya mengajak kepada akidah yang benar saja. Namun, juga merupakan dakwah yang mengajak kepada penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari; karena dakwah Ahlussunnah tidak lain adalah agama Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dimana Islam memadukan antara akidah, ibadah dan akhlak. Imam Bisyr al Hafi rahimahullah berkata, “ Sunnah adalah Islam dan Islam adalah Sunnah. Perlu kami bawakan perkataan Prof. Dr. Ibrahim Ar Ruhaili, Guru Besar Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, “Hendaklah diketahui bahwa Ahlussunnah sejati adalah mereka yang mengamalkan ajaran Islam secara sempurna, baik yang berkenaan dengan akidah maupun akhlak. Termasuk pemahaman yang keliru, adanya prasangka bahwa Sunny atau Salafy adalah orang yang merealisasikan akidah Ahlussunnah saja, tanpa memperhatikan sisi akhlak dan adab Islam serta penunaian hak-hak kaum muslimin.” …selesai ucapan Ustadz Abdullah Zaen. Maka kami ulangi dan akan selalu  kami ingatkan diri kami pernyataan Asy Syaikh Dr. Bakr Abu zaid rahimahullah:

كن سلفياً على الجادة

Jadilah Salafy Sejati. Jadilah Salafy yang peduli terhadap aqidah dan akhlak dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah menganugerahkan kita akhlak yang mulia. Amin.

Saya berharap risalah ini bermanfat bagi para dai, pengajar di sekolah-sekolah, dan aktivis lembaga atau yayasan dakwah Islam termasuk pengurus Yayasan Al Hanif Cilegon, sehingga mereka menjadikan akhlak mulia sebagai modal utama yang tidak boleh tidak harus diupayakan untuk dimiliki dalam aktivitasnya. Yang demikian itu disebabkan berdirinya lembaga dakwah Islam termasuk Yayasan Al Hanif Cilegon bertujuan memperbaiki akhlak manusia sehingga mungkinkah kita memperbaiki akhlak masyarakat namun pada saat yang sama kita menganggap remeh akhlak mulia? Kita memohon kepada Allah yang telah membaguskan rupa kita agar kita memiliki akhlak mulia sebagai indikasi baiknya aqidah kita. Amin. Akhirnya nasehat dari pembaca sekalian sangat dibutuhkan bagi perbaikan akhlak kami selaku pihak yang mengutip risalah ini. Berikut ini kutipan buku yang ditulis Ustadz Firanda:

(Bersambung Insya Allah)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: