Oleh: Alphin | Mei 9, 2011

Sebelas Prinsip Emas

Sebelas Prinsip Emas

Sebelas prinsip emas ini dipaparkan oleh Ustadz Kholid Syamhudi Al Bantani, Lc di Masjid Imam Nawawi pada tanggal 31 Oktober 2010. Kajian ini dihadiri oleh para wali siswa SDIT Al Hanif serta para asatidz /asatidzahnya dalam rangka penyegaran serta pembekalan tentang Tarbiyyah Islamiyyah untuk wali siswa dan guru-guru. Ustadz Kholid menukil penjelasan Syaikh Muhammad ‘Id Al Abbasi salah seorang murid Al Mujaddid Al Muhaddits Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah. Berikut kesebelas prinsip tersebut:

1. Menjadikan Al Qur-an dan As Sunnah sebagai landasan dan sumber ilmu. Keduanya merupakan sumber terpercaya dan ma’shum (terjaga) dari segala kesalahan dan kekurangan.

2. Memahami Al quran dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman Salafush Shalih, yaitu seperti para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Mereka telah dipuji  oleh allah di dalam Al qur-an, dan juga direkomendasikan rasulullah untuk diikuti.

3. Mengikhlaskan ilmu hanya untuk Allah dan menjadikannya sebagai puncak usaha dan tujuan kita.

4. Memulai dengan menanamkan secara kokoh keimanan kepada jiwa murid sebelum belajar hukum syariat. Ini dilakukan dengan mengenalkan tentang Rabb, yaitu nama, sifat dan perbuatannya. Sehingga tertanan dalam jiwa murid pengagungan, penghormatan, pengharapan dan rasa takut kepada Allah, serta kecintaan kepadaNya. Dia juga akan selalu ingat kepada kematian kengerian hari kiamat, surge dan neraka serta hari perhitungan amal.

5. Mengagungkan dan menghormati ilmu dan menjadikannya ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.  ( Penyusun risalah singkat ini mengatakan: Maka hendaknya setiap salafiyyun tidak selayaknya meremehkan ilmu dan ahlinya. Semulia-mulia ibadah adalah menuntut ilmu dan mengagungkan ilmu. Ashlahakumullah. Ketahuilah bahwa karakter ahlussunnah adalah manusia yang paling mengetahui tentang al haq dan paling kasih sayang terhadap makhluq. Mungkinkah salafiyyun mengetahui al haq tanpa hadir di majelis ilmu sebagaimana layaknya seorang sufi? Mungkinkah salafiyyun lalai dari majelis ilmu dan lebih suka menghadiri pertandingan olahraga? Arsyadakumullah ila thoatih.)

6. Berpegang dengan metode ilmiah dengan berlandaskan dalil, hujjah, bukti kongkrit, menjauhi taqlid, meninggalkan perkiraan dan prasangka keliru.

7. Menjadikan tujuan terbesar pendidikan dan pengajaran terfokus pada pembentukan pribadi muslim yang tunduk dan menerima perintah Allah.

8. Dalam proses pengajaran, menghubungkan hakikat ilmiah dengan hakikat keimanan, menanamkan aqidah yang benar dan mengokohkannya di dalam jiwa murid. Inilah metode Al Qur-an dalam pembentukan aqidah, dimana dipaparkan ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta, jiwa dan ufuk bumi, dan mengajak manusia untuk merenungkan, memikirkan, sehingga sampailah keimanannya kepada Allah, iman kepada kekuasaan dan sifat-sifatNya. ( Dalam uarainnya Ustadz Kholid menjelaskan bahwa hendaknya semua mata pelajaran yang diberikan kepada siswa dihubungkan dengan hakikat keimanan. Alhamdulillah, kami sudah dan akan senantiasa berupaya melakukan hal ini di lembaga pendidikan kami.  Ketika mereka belajar mata pelajaran IPA maka mereka tidak semata-mata belajar IPA. Kesibukan mereka belajar bahasa Indonesia tidak melalaikan mereka untuk belajar sesuatu tentang keimanan serta syariat melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Kami menyebutnya dengan istilah 100% pelajaran umum dan 100% pelajaran diniyyah. Dan segala puji hanya milik Allah.)

9. Seorang pendidik harus menjadi teladan yang baik bagi para muridnya.

10. Lemah lembut terhadap murid, menyambut dan memotivasinya.

11. Melakukan variasi dalam metode pengajaran sehingga murid menjadi tertarik, merasa rindu dan pikirannya terkonsentrasi mengikuti pelajaran.

Lulu Aliudin Orangserang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: